Skip to content

Antara Kebenaran dan Pembenaran

November 18, 2010

Dalam perjalanan selama satu setengah jam dari Jakarta menuju Banjarmasin, ada tulisan menarik yang saya baca di majalah bulanan suatu maskapai penerbangan yang saya gunakan. Artikel tersebut menceritakan seorang pemuda dengan mainan barunya.

Pemuda tersebut memperhatikan seorang penjual yang sedang memperagakan barang dagangannya.

“Hei kamu, coba kemari!” panggil sang penjual.

Pemuda itu menoleh kebingungan karena si  penjual tersebut menunjuk dirinya.

“Iya…kamu anak muda, kemarilah! Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu”, kata si penjual.

Seketika pemuda tersebut mendatangi si penjual.

“Coba perhatikan ini dengan seksama!”, kata sang penjual sambil meletakkan putik bunga pada mikroskop yang dijualnya.

“Luar biasa…”, kata pemuda tersebut ketika melihat keindahan dari putik bunga tersebut secara detail.

Si penjual kemudian mengganti putik bunga tersebut dengan sebuah berlian kecil.

“Waaaaw…”, reaksi dari kekaguman pemuda tersebut.

Akhirnya pemuda tersebut membeli mikroskop itu dengan senang hati sambil membayangkan keindahan lainnya yang dapat dia lihat secara detail dengan mikroskop tersebut. Read more…

Apakah hanya sekedar Slogan ?

November 9, 2010

Masih terngiang kata-kata seorang pimpinan kepada bawahannya, “Kita harus bekerja keras dan menjadikan diri kita sebagai individu-individu yang profesional !”. Kalimat yang disampaikan dengan lantang dan semangat itu sangat memotivasi karyawannya. Gelora semangat kemajuan sangat terasa di hati para karyawan pagi itu. Read more…

Beda Terjemahan, Beda Paradigma

October 3, 2010

Perkembangan Bahasa Indonesia yang baku pada masa sekarang ini tidak terlepas dari pengaruh Bahasa Asing. Tidak sedikit Bahasa Asing yang “di Indonesiakan” sehingga menjadi bahasa baku yang biasa kita pergunakan baik dalam keseharian berbicara maupun dalam tulisan. Beberapa waktu terakhir ini saya agak terusik dengan beberapa kata dari Bahasa Inggris yang diterjemahkan menjadi Bahasa Indonesia yang baku, namun menurut saya diartikan agak menyimpang sehingga pengimplementasian dari kata tersebut menjadi agak berbeda. Kata-kata tersebut diantaranya “Government” dan “Career Path“. Kedua kata ini memang tidak baru-baru ini diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, akan tetapi menurut saya tidak ada salahnya untuk meninjau (review) kembali pengertian dua kata ini. Read more…

Kesejahteraan Anda, Anda Sendiri yang Tentukan!

October 1, 2010

Siang itu saya dan Pak Riri Satria beserta PPC (People Performance Consulting) mengadakan training mengenai Team Leadership di salah satu perusahaan parfum lokal di daerah Tendean Jakarta. Ketika peserta training ditanya “Apakah organisasi seharusnya bertanggung jawab terhadap KESEJAHTERAAN karyawannya?”, maka dengan serentak seluruh peserta yang notabane-nya adalah para Area Sales Manager langsung menjawab “Iya pak, HARUS”. Terlintas bagi saya pribadi bahwa yang dimaksud Kesejahteraan menurut mereka adalah sejahtera lahir bathin dan klo bisa dunia akhirat juga dijamin.  Read more…

Remunerasi oh…Remunerasi

September 23, 2010

Beberapa waktu lalu, saya bersama Pak Riri Satria dan Pak Yodhia Antariksa yang tergabung dalam PPC (People Performance Consulting) mengadakan workshop mengenai Bimtek IKU berbasis Balanced Scorecard untuk para Eselon 3 DJPBN (Direktorat Jenderal Perbendaharaan) Kementerian Keuangan RI. Bimtek ini terkait dengan pengukuran kinerja organisasi yang dapat dijadikan landasan terhadap remunerasi. Read more…

Diukur dulu aja

September 23, 2010

Tidak sedikit orang apabila ingin bepergian ke suatu tempat, maka dia akan mengukur seberapa jarak yang akan ditempuh. Apalagi kalau tempat tersebut adalah tempat yang baru pertama kali akan dikunjunginya. Setelah mengetahui jarak yang akan ditempuh, maka ada beberapa hal lain lagi yang akan diukur diantaranya bahan bakar, persediaan logistik, uang tunai, jumlah istirahat, dan hal-hal lain yang diperlukan selama perjalanan. Contoh ini diasumsikan seorang yang melakukan perjalanan menggunakan mobil pribadi dan menyetir sendiri. Read more…

Obrolan Sore itu — Kerendahan Hati

September 20, 2010
Ridha+papa

Hari itu sekali lagi papa (H. Hairil Wahi) mengingatkan kami anak-anaknya melalui sebuah nasihat. Pada intinya, nasihat papa mengajarkan kami bagaimana caranya menjadi bijaksana dalam berinteraksi dengan orang lain, baik kita sebagai individu, pengajar, atasan, bawahan dan lain sebagainya. Inti sari dari nasihat papa sebenarnya adalah betapa pentingnya sebuah sikap Rendah Hati dan Rendah Diri dalam berinteraksi. Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.